Rabu, 28 September 2011

Makna Lagu Lir-ilir

Kalian pernah mendengar tembang lagu lir-ilir..? tembang lagu ini adalah hasil karya dari sunan kalijaga. tapi, apakah kalian mengerti makna dibalik lagu tersebut?
setelah ane browsing akhirnya dapet juga nih.. Berikut Makna Tembang Lir Ilir (Emha Ainun Najib) Selamat menikmati....  
  
Lir-ilir,lir- ilir tandure wis sumilir
Lir ilir lir ilir tanamannya sudah tumbuh/mekar

Tak ijo royo-royo dak sengguh penganten anyar
Tumbuhnya menghijau, (terlihat) seperti pengantin baru

Cah angon, cah angon penekno blimbing kuwi
Anak gembala, (tolong) panjatlah pohon belimbing itu

Lunyu-lunyu penekno kanggo masuh dodotiro
Walaupun (pohonnnya) licin panjatlah untuk membilas
dodot-mu (sarung/pakaian)

Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir
Pakaianmu sobek di pinggirnya

Domono jlumatana kanggo seba mengko sore
Jahitlah, untuk pertemuan nanti sore (sholat)

Mumpung jembar kalangane
Selagi masih luas waktu/tempatnya

Mumpung padhang rembulane
Selagi masih terang bulannya

Yo surako.....surak..... oreeee......
Bersoraklah dengan gembira...


Ini arti yg lebih jelasnya :

Ilir-ilir, ilir-ilir
tandure wus sumilir
tak ijo royo-royo
tak sengguh temanten anyar
Bait di atas di atas secara harafiah menggambarkan hamparan tanaman padi di sawah yang menghijau, dihiasi oleh tiupanangin yang menggoyangkannya dengan lembut. Tingkat ke-muda-an itu bisa disamakan juga dengan pengantin baru. Jadi ini adalah penggambaran usia muda yang penuh harapan, penuh potensi, dan siap untuk bekerja & berkarya.

Bocah angon, bocah angon
penekno blimbing kuwi
lunyu-lunyu penekno
kanggo mbasuh dodot-iro
Buah belimbing yang seringkali bergigir lima itu melambangkan lima rukun Islam; dan sari-pati buah itu berguna untuk membersihkan perilaku dan sikap mental kita. Ini harus kita upayakan betapapun licinnya pohon itu, betapapun sulitnya hambatan yang kita hadapi.
Anak gembala dapat diartikan sebagai anak remaja yang masih polos dan masih dalam tahap awal dari perkembangan spiritualnya. Konotasi inilah yang sering muncul seketika bila orang Jawa menyebut 'bocah angon'. Namun pengertiannya dapat pula ditingkatkan menjadi pemimpin, baik pemimpin keluarga, tokoh masyarakat, ataupun pemimpin formal dalam berbagai tingkatan dari ketua RT sampai pimpinan negara.

Dodot-iro, dodot-iro
kumitir bedah ing pinggir
dondomono, jlumatono
kanggo sebo mengko sore
Pakaianmu berkibar tertiup angin, robek-robek di pinggirnya. Jahitlah dan rapikan agar pantas dikenakan untuk "menghadap" nanti sore.  "Sebo" adalah istilah yang dipergunakan untuk perbuatan 'sowan' atau menghadap raja atau pembesar lain di lingkungan kerajaan.
Makna pakaian adalah perilaku atau sikap mental kita. Menghadap bermakna menghadap Allah. Nanti sore melambangkan waktu senja dalam kehidupan, menjelang kematian kita.

Mumpung padhang rembulane
mumpung jembar kalangane
Manfaatkan terang cahaya yang ada, jangan tunggu sampai kegelapan tiba. Manfaatkan keluasan kesempatan yang ada, jangan menunggu sampai waktunya menjadi sempit bagi kita.
Menurut kasetnya Emha Ainun Najib kurang lebih sbb :
Negeri yang amat kaya raya namun dipimpin dengan buruk..... Bocah angon (penggembala kebangsaan, pemimpin nasional, bukan pemuka kelompok atau tokoh
golongan) yang harus memanjat pohon selicin apapun untuk memperoleh blimbing yang bergigir lima.....Sari blimbing ini dipakai untuk mencuci pakaian nasional
yang robek-robek (krisis moral yang melahirkan krisis politik).... .Mumpung padang rembulane, mumpung jembar kalangane..sepanjan g masih sangat mungkin krisis ini
diatasi...

 
Tafsir Cak Nun ini merupakan tafsir kontemporer yang disesuaikan dengan kondisi sekarang, dan dialamatkan kepada para pemimpin bangsa atas kerusakan moral yang erjadi pada bangsa kita ini.
Kelak, kita boleh saja menafsirkannya ke dalam situasi baru yang muncul kemudian.
(Dari ~Vie, kks_melati@yahoogroups.com , Dari Milist Forum Lingkar Pena)

0 komentar:

Poskan Komentar

bagi pembaca yang ingin berkomentar silahkan, asalkan jangan komentar yang mencela. Terimakasih :)